Biaya Mutu

Biaya Mutu oleh Konsultan ISO 9001 – Change Konsultan

Dalam melakukan peningkatan mutu perusahaan harus mengetahu berapa biaya mutu yang ada dalam perusahaan. Peningkatan mutu dapat direalisasikan dengan menghasilkan produk dan layanan yang memenuhi persyaratan mutu dan juga menurunkan biaya kerusakan atau kegagalan. Apakah keduanya ada hubungannya?

Mutu antara lain dapat diukur dari biaya. Banyak perusahaan yang mendefinisikan mutu adalah ketepatan biaya. Dalam industri jasa konstruksi misalnya, biaya adalah salah satu tujuan utama dari manajemen selain dari produk bangunan yang bermutu. Sehingga sasaran mutu perusahaan konstruksi adalah tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya.

Bagaimana dengan industri manufaktur? hal yang sama terjadi, bahwa komponen biaya menjadi sasaran mutu. Sasaran mutu industri manufaktur seingkali menetapkan tingkat reject produk sebagai sasaran mutunya. Program peningkatkan mutu juga seringkali ditetapkan dengan menurunkan tingkat kerusakan produk sampai dengan sekian persen.

Semua hal tersebut berkaitan dengan biaya. Jadi bagaimana kita memahami mutu dan peningkatannya terkait langsung dengan biaya?. Salah satu konsep dari pakar manajemen memperkenalkan dengan apa yang disebut sebagai Biaya Mutu. Perusahaan harus mengidentikasi seberapa besar biaya mutu di perusahaannya.

Menurut pakar manajemen biaya mutu terbagi menjadi :

  1. Biaya Pencegahan

Biaya pencegahan merupakan biaya yang terjadi untuk mencegah kerusakan produk dan layanan kepada pelanggan. Biaya ini mencakup biaya yang berhubungan dengan pengembangan dan penerapan sistem manajemen mutu. Jadi penerapan ISO 9001:2015 merupakan biaya pencegahan. Karena biaya pencegahan termasuk juga biaya pengendalian proses dan biaya audit mutu internal. Baik pengendalian proses dan audit internal bertujuan untuk mencegah mutu yang tidak sesuai pada produk dan layanan. Sehingga biaya pencegahan ini merupakan azas dasar dalam penerapan sistem manajemen mutu yaitu mencegah ketidaksesuaian.

Product Reject

  1. Biaya Penilaian

Biaya berikutnya dalam biaya mutu yaitu biaya penilaian. Biaya ini adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menilai apakah produk dan layanan telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh manajemen. Biaya ini termasuk biaya pemeriksaan produk atau biaya QC. Biaya-biaya ini dikeluarkan untuk melakukan Tindakan Perbaikan terhadap penyimpangan mutu yang telah terjadi.

  1. Biaya Kegagalan Internal

Biaya kegagalan internal adalah biaya yang terjadi karena ada ketidaksesuaian pada proses internal perusahaan. Diantara biaya kegagalan internal ini adalah biaya pengerjaan ulang (re-work) dan biaya produk yang rusak (reject). Besarnya biaya ini akan membebani biaya operasi perusahaan. Biaya ini yang harus menjadi perhatian utama dari manajemen. Berapa persen biaya kegagalan internal dibandingkan dengan biaya operasi. Rasio biaya ini harus ditekan serendah mungkin.

  1. Biaya Kegagalan Eksternal

Biaya kegagalan eksternal. Biaya ini adalah biaya karena produk dan layanan yang telah dikirimkan kepada pelanggan gagal memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Biaya ini merupakan biaya yang paling berbahaya bagi reputasi perusahaan yang dapat mengakibatkan kehilangan pelanggan dan penurunan pangsa pasar.

Konsultan ISO akan membantu perusahaan untuk melakukan pengukuran biaya mutu dan juga akan mengidentifikasi peluang laba. Pertanyaan yang harus dijawab manajemen adalah apakah manajemen sudah cukup mengalokasikan biaya pencegahan dan penilaian untuk mencegah biaya kegagaln internal dan eksternal. Biaya mutu ini harus dievaluasi secara periodik untuk memonitor peningkatan mutu yang ditandai dengan menurunnya biaya kegagalan.

Konsultan ISO Improvement membantu perusahaan mengelola biaya mutu. Mengapa demikian? karena biaya pencegahan dan pemeriksaan dengan biaya kegagalan internal / eksternal mempunyai hubungan sebab akibat. Artinya makain tinggi perusahaan melakukan pencegahan dan pemeriksaan akan menurunkan biaya kegagalan internal dan eksternal. Jadi investasi penerapan ISO 9001:2015 pada akhirnya akan dibayarkan oleh penurunan biaya kegagalan internal dan eksternal.

Penyempurnaan mutu produk dan layanan harus tergambarkan dengan menurunnya produk reject yang terjadi. Berapa besar biaya pencegahan yang paling tepat?. Harus dicari titik optimum yaitu dimana titik biaya pencegahan yang paling tepat sehingga memberikan efek terbesar dalam pengurangan biaya secara keseluruhan. Biaya mutu akan mendapat perhatian manajemen karena berbicara mengenai potensi keuntungan.

Baca Juga :

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: