Seleksi dan Evaluasi Supplier

Seleksi dan Evaluasi Supplier | Konsultan ISO Sistem Manajemen

Seleksi dan evaluasi supplier adalah salah satu persyaratan dalam standar ISO 9001. Berikut ini penjelasan mengenai kedua aktifitas tersebut yang harus dikendalikan dalam penerapan sistem manajemen :

  1. Seleksi supplier dilakukan dengan meminta seluruh persyaratan administrasi dan juga contoh barang yang diperlukan oleh perusahaan. Tujuan dari seleksi ini adalah memastikan barang yang dibeli akan memenuhi persyaratan mutu yang dibutuhkan. Karenanya tugas dari bagian pembelian adalah mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk setiap barang yang dibutuhkan. Pemasok dapat mengirimkan sampel untuk digunakan, apabila misalnya bahan baku tersebut sesuai maka dapat dilakukan kerjasama. Setelah harga, mutu, syarat pengiriman disepakati maka pemasok tersebut dapat dimasukkan dalam Approved Vendor List atau Daftar Pemasok Terseleksi. Daftar ini memuat informasi siapa saja pemasok untuk masing-masing item barang yang telah memenuhi persyaratan mutu sehingga dapat dilakukan pemesanan ulang. Daftar pemasok tidak dibatasi banyaknya jadi untuk satu item yang dipasok sebuah perusahaan boleh saja mempunyai beberapa source. Seleksi pemasok yang diinginkan oleh standar ISO 9001 adalah kegiatan untuk memastikan konsistensi mutu yang diharapkan dari pemasok. Kriteria awal yang digunakan untuk melakukan seleksi pemasok diantaranya : sepsifikasi produk atau mutu, harga dan juga kesanggupan pasokan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

 

Konsultan ISO | Seleksi dan Evaluasi Supplier

  1. Evaluasi adalah kegiatan setelah pemasok melaksanakan kewajibannya. Evaluasi pemasok biasanya dilakukan setahun sekali. Kriteria yang digunakan bisa saja sama dengan kriteria seleksi pada saat awal menunjuk supplier. Namun yang diperlukan adalah data kesesuaian. Misalnya dari 100 kali pasokan dan dilakukan pemeriksaan kedatangan oleh pemasok maka ditemukan ketidaksesuaian. Ketidaksesuaian mutu ini mengakibatkan misalanya pemasok tersebut ditolak 5 kali. Sehingga kinerja pemasok untuk aspek mutu adalah 95% karena ada 5 yang ditolak. Dihitung juga aspek lainnya, misalnya dari 100 kali pasokan ada 2 yang terlambat dari jadwal yang ditentukan maka kinerja aspek pengiriman adalah 98%. Mengenai harga misalnya selama setahun tidak ada perubahan harga dari pemasok seshingga sesuai dengan kontrak, maka kinerja harga pemasok tersebut adalah 100%. Dengan pemberian bobot perusahaan menilai dari masing-masing aspek dan didapat hasil Evaluasi Kinerja adalah 96% misalnya, Karena kinerja cukup baik maka perusahaan tetap mencatat pemasok dalam Daftar Pemasok Terseleksi. Perusahaan dapat membuat kategori misalnya nilai di atras 90% merupaka pemasok utama dan nilai di bawah 70% akan dikeluarkan dari Daftar Pemasok Terseleksi.

Auditor ISO akan menanyakan kepada bagian Pembelian mengenai data-data seleksi dan evaluasi pemasok. Khususnyaa dalam evaluasi pemasok data penunjang yang digunakan untuk melakukan analisis biasanya ditanyakan oleh Auditor. Pada akhirnya seleksi dan evaluasi supplier ini diharapkan memastikan mutu sejak kedatangan atau tahap input sehingga dengan mengendalikan proses dengan baik maka keluaran produk akan bermutu.

Seleksi dan Evaluasi Supplier | Konsultan ISO

Baca Juga :

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: