Tim Peningkatan Mutu

Konsultan ISO Improvement – Apa Tugas Tim Peningkatan Mutu?

Tim Peningkatan Mutu atau biasa disebut juga Quality Action Team dibentuk dengan tugas pokok fungsi untuk melakukan peningkatan mutu produk dan layanan. Membentuk tim ini adalah suatu usaha sistematis yang dilakukan untuk membantu perusahaan meingkatkan mutu kepada pelanggan.

Tim ini juga memberdayakan dan melibatkan karyawan dalam melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Salah satu bentuk yang biasa kita dengar adalah Gugus Kendali Mutu yang merupakan sekelompok karyawan yang mengadakan pertemuan secara periodik untuk mengidentifikasi dan melaksanakan perbaikan. Apa saja langkah yang harus dilakukan Tim Peningkatan Mutu?

  1. Langkah peningkatan mutu dimulai dengan menetapkan apa yang akan dilakukan perbaikan.

Tim Peningkatan Mutu harus secara spesifik menetapkan proses mana yang akan ditingkatkan. Pada tahap ini pemetaaan proses menggunakan diagram alir akan membantu tim untuk mengidentifikasi masukan dan keluaran.

  1. Kemudian Tim harus mengukur kinerja saat ini.

Kondisi saat ini dikenal dengan kondisi ‘as-is’ yang harus dinyatakan dalam bentuk angka kuantitatif. Kondisi ini sebagai biasa disebut sebagai kapabilitas proses. Pertanyaannya apakah kapabilitas proses ini sudah mencapai apa yang diinginkan oleh pelanggan?. Jika kapabilitas proses ini belum memenuhi persyaratan pelanggan maka kinerja inilah yang menjadi target peningkatan Tim.

  1. Tantangan terbesar tim adalah merubah kapabilatas proses ‘as-is’ menjadi kondisi ‘to-be’ yang merupakan harapan dari pelanggan.

Lalu apa yang harus dilakukan? Secara umum yang Tim harus lalukan adalah memahami apa yang terjadi, mengapa kondisi saat ini belum optimal kinerjanya. Carilah akar masalah penyebab masalah kinerja saat ini.

Fishbone Diagram

  1. Beberapa metode analisis dapat digunakan untuk memahami akar masalah yang terjadi.

Salah satunya adalah diagram tulang ikan atau fish bone diagram. Fish bone diagram biasa juga disebut diagram sebab akibat. Diagram ini memungkinkan untuk melakukan analisis secara terstruktur untuk mencari penyebab suatu masalah. Dalam mengisi diagram ini dilakukan dengan cara brainstroming diantara Tim.

  1. Tim menetapkan masalah yang ada saat ini kemudian menentukan sekumpulan penyebab.

Faktor-faktor penyebabnya antara lain : manusia, material, mesin, metode dan dapat ditambahkan dengan faktor lainnya. Masalah yang ditetapkan pada kepala ikan dan pada setiap cabang yang mewakili faktor penyebab, Tim menentukan apa saja yang menjadi penyebabnya.

  1. Diagram tulang ikan ini dapat menyimpulkan variasi sebab dalam proses.

Dan yang lebih penting dari proses analisis ini Tim dapat menentukan data apa saja yang harus dikumpulkan. Baru kemudian Tim mengumpulkan data-data untuk mengetahui apa saja kinerja yang dapat ditingkatkan.

  1. Diagram sebab akibat ini membangun kerangka dasar pemecahan masalah.

Setelah ditemukan akar masalah yang berkontribusi kepada masalah utama, maka Tim menentukan solusi dan mengujinya untuk melihat apakah tindakan yang diambil akan meningkatkan kinerja.

  1. Apabila ternyata manusia yang menjadi penyebab utama maka akan dilakukan pelatihan,

Apabila metode menjadi penyebab utama maka Tim Peningkatan Mutu akan membuat prosedur yang terkait proses. Namun apabila ternyata mesin yang menjadi penyebab utama maka dilakukan perbaikan dan pemeliharaan secara teratur untuk memperbaiki kinerja mesin.

  1. Faktor terakhir yang mungkin berkontribusi kepada masalah utama adalah material.

Tim akan melakukan seleksi ulang pemasok dan menetapkan pemeriksaan kedatangan untuk memastikan mutu bahan baku yang memenuhi persyaratan mutu sehingga juga akan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

Konsultan ISO – Change Konsultan memberikan pelatihan Quality Action Team yang dapat membantu perusahaan untuk melakukan peningkatan mutu secara sistematis dengan menggunakan metode-metode analisis yang mendukung pemecahan masalah dan peningkatan mutu.

Peningkatan Mutu merupakan persyaratan standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 klausul 10.3 yaitu Perbaikan Terus Menerus yang mewajibkan perusahaan untuk melakukan peningkatan mutu yaitu dengan menggunakan hasil analisis dan evaluasi data.

Baca Juga :

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: